Minggu 25 Maret 2012
Pagi ini Matahari bersinar cerah, seolah-olah merestui perjalanan Siswa kls X,XI-IA,XI-IS melakukan study wisata.Pukul 07.55 Bus mulai bergerak .Rombongan bergembira,semua wajah bersinar cerah secerah matahari pagi.Karena hari libur jalanan tidak begitu macet,bus berjalan lambat hanya pada daerah pasar Tanjung Sari dan Pancur Batu,karena pedagang masih kurang tertib ,dagangan di gelar di pinggir-pinggir jalan yang seharusnya untuk kendaraan lewat.selebihnya tak ada kemacetan yang mengganggu perjalanan.Tepat pukul 10.00 kami sampai,tempat pertama yang kami kunjungi adalah Tahura.Setelah sekian lama tidak ke Tahura ternyata begitu banyak perubahan.Biodiversitas hewan dan tumbuhan sudah sangat berkurang.Setelah puas berpoto-poto,pukul 10.30 kami mulai perjalanan mengitari Tahura dengan tujuan Pasar Buah Brastagi dengan berjalan kaki.Berjalan di tengah hutanTahura tidak sesejuk beberapa tahun yang lalu.Sekarang sinar matahari dapat menembus lantai hutan.Pohon-pohon besar sudah tidak serapat dulu.Hanya ilalang dan paku-pakuan yang memenuhi hutan.Setelah 10 menit berjalan kami mulai melewati jalan setapak yang sempit dan becek.Jalanan becek bukan karena hujan,tetapi karena di dalam hutan banyak terdapat selang air yang bocor.Para penduduk setempat memanfaatkan air gunung untuk keperluan hidup,karena tidak mau repot mereka memasang pipa.Lama tidak berolah raga membuat saya agak kewalahan ,belum lama berjalan sudah terasa sangat letih.30 menit berjalan akhirnya kami menemukan jalan beraspal,tetapi ternyata perjalanan semakin berat,karena jalan nya menanjak.Karena terlalu semangat memulai perjalanan,banyak peserta rombongan yang tidak tahu berapa jarak yang harus di lewati untuk mencapai pasar buah,wow..luar biasa..kami harus berjalan sejauh 5,5 km dan memerlukan waktu 2 jam untuk bisa sampai di pasar buah.Perjalanan yang sangat melelahkan.Mungkin tidak ada masalah buat orang-orang dulu,tapi setelah teknologi semakin canggih rasanya luar biasa bisa melakukannya.Tepat pukul 11.45 kami tiba di tempat pemerahan susu,karena hari libur tidak ada pegawai yang bisa kami tanyai tentang proses pasteurisasi,akhirnya di tempat itu kami beristirahat untuk melepaskan lelah.Pukul 13.00 perjalanan di lanjutkan ,dengan semangat yang masih tersisa saya melanjutkan perjalanan.Tujuan selanjutnya adalah pasar buah.Butuh waktu lebih dari 30 menit untuk sampai di Pasar Buah.Sampai di Pasar Buah yang saya rasakan adalah kesedihan.Pasar Buah masih seperti tahun-tahun kemarin,hanya di penuhi oleh wisatawan lokal.Sudah seburuk inikah citra Indonesia? sampai-sampai tidak lagi dijumpai turis asing di Brastagi.Terbayang masa kanak-kanak puluhan tahun yang silam,Brastagi merupakan tempat paforit bagi turis asing dan lokal.Jika berwisata ke Brastagi wajib membawa jaket atau sweater,karena udara di Brastagi pada saat itu sangat dingin.Di Sepanjang pasar buah banyak terlihat bule-bule putih yang tinggi ,yang dengan bangga memakai kaos bertuliskan “Brastagi”. Buat para pelajar kesempatan seperti ini biasanya digunakan untuk memperlancar bahasa Inggris mereka.Tapi sekarang pemandangan seperti itu tidak lagi di jumpai.Yang berubah di pasar buah hanya harga barang-barang yang ditawarkan penjual.Harga yang ditawarkan penjual sangat tinggi,seolah-olah semua pembeli berasal dari kalangan atas.Setelah puas berbelanja akhirnya kami memutuskan untuk pulang.Pukul 16.00 kami mulai perjalanan pulang.Rasa was-was karena akan mengalami kemacetan ternyata tidak terjadi.Mungkin penduduk Sumatera sudah tidak begitu tertarik lagi untuk berwisata ke Brastagi.Tepat pukul 18.15 Kami sampai di Medan dengan selamat.Benar-benar unforgetable moment.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar